Home Bisnis Maklon Ternyata Ini Loh! 5 Jenis Usaha yang Tidak Wajib Memiliki SIUPL

Ternyata Ini Loh! 5 Jenis Usaha yang Tidak Wajib Memiliki SIUPL

by CORIATE

Terdapat berbagai macam surat izin atau sertifikasi resmi dari pemerintah yang bertujuan agar segala bentuk usaha di Indonesia berjalan secara legal. SIUPL, yang merupakan singkatan dari Surat Izin Usaha Penjualan Langsung, adalah salah satu surat izin usaha yang ada di sektor usaha perdagangan.

Setiap usaha dengan jenis tertentu harus memiliki surat izin usaha seperti SIUPL. Akan tetapi, dengan berbagai macam syarat, terdapat juga beberapa jenis usaha yang tidak wajib memiliki SIUPL meskipun berada di sektor yang sama dengan usaha-usaha yang wajib memiliki surat izin usaha tersebut.

SIUPL digunakan untuk perusahaan yang menjalankan usaha di bidang perdagangan, tetapi menggunakan sistem penjualan langsung atau direct selling. Yang dimaksud dengan penjualan langsung yaitu proses transaksi yang dilakukan oleh mitra usaha untuk mendapatkan komisi.

Metode penjualan langsung ini dilakukan oleh perusahaan dengan sistem Single Level Marketing atau Multi Level Marketing. Sesuai dengan namanya, kedua sistem tersebut memiliki perbedaan pada jumlah tingkatan mitra usaha.

Mitra usaha akan mendapatkan komisi dari usaha diri sendiri dengan sistem Single Level Marketing, sedangkan dengan sistem Multi Level Marketing, mitra usaha juga akan mendapatkan bonus jika anggota jaringan mitra usaha tersebut sukses melakukan penjualan.

Jika ada perusahaan di sektor perdagangan tidak menggunakan metode penjualan langsung, perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan bahaya tidak memiliki SIUPL. Hal ini dikarenakan seluruh perusahaan yang tidak menggunakan metode ini tidak diharuskan untuk memiliki surat izin usaha tersebut.

Akan tetapi, terdapat juga lima usaha yang termasuk dalam kategori usaha yang tidak wajib memiliki SIUPL. Lima jenis usaha di bawah ini menunjukkan bahwa bukan hanya metode penjualan langsung yang yang menyebabkan suatu perusahaan harus mengurus surat tersebut.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ini Pentingnya Mengurus SIUPL Usaha

1. Kegiatan Usaha di Luar Sektor Perdagangan

Perusahaan 1170 x 780

Sudah jelas tertera pada istilah yang digunakan bahwa SIUPL adalah surat izin untuk usaha perdagangan. Maka dari itu, segala kegiatan usaha yang tidak ada hubungannya dengan perdagangan tidak diwajibkan untuk memiliki surat izin tersebut.

Adapun beberapa contoh usaha yang tidak bergerak di sektor perdagangan antara lain praktik dokter, jasa advokat, jasa notaris, jasa pendidikan non formal, serta jasa kantor akuntan publik.

2. Kantor Cabang atau Kantor Perwakilan

Berdiskusi 1170 x 780

Segala jenis cabang atau perwakilan pasti memiliki pusatnya masing-masing. Kantor pusat suatu perusahaan diwajibkan untuk memiliki SIUPL, tetapi cabang atau perwakilannya tidak diwajibkan. Kantor cabang tidak perlu mengurus SIUPL karena kantor pusat sudah memilikinya, dengan catatan, usaha yang dilakukan tidak berbeda.

3. Usaha Perseorangan atau Persekutuan

Bekerja 1170 x 780

Usaha perdagangan yang berjalan secara perseorangan atau persekutuan biasanya bukan merupakan perusahaan besar. Usaha perseorangan juga sering dijumpai sebagai usaha kecil-kecilan untuk pendapatan tambahan seseorang. Oleh karena itu, SIUPL tidak diwajibkan karena cara mengurus SIUPL juga bisa sangat merepotkan.

4. Kegiatan Usaha Diurus Oleh Pemiliknya

Orang Presentasi 1170 x 780

Hampir sama dengan usaha perorangan, jika ada perusahaan yang mengandalkan pemiliknya atau kerabat terdekat untuk mengelola usaha tanpa memperkerjakan karyawan, bisa dikatakan bahwa perusahaan tersebut tidak terlalu besar. SIUPL tidak diwajibkan karena usaha tersebut tidak termasuk di jenis SIUP apa pun.

5. Usaha Memiliki Kekayaan Bersih Rp50.000.000

Investor 1170 x 780

Jenis usaha terakhir ini makin memperkuat alasan dua jenis usaha sebelumnya tidak diwajibkan untuk memiliki SIUPL. Seperti yang sudah disinggung di jenis usaha keempat, SIUP memiliki beberapa jenis. Adapun jenis-jenis tersebut yaitu SIUP Mikro, SIUP Kecil, SIUP Menengah, dan SIUP Besar.

Jenis-jenis SIUP tersebut dibedakan berdasar pada kekayaan bersih yang dimiliki oleh perusahaan:

  • SIUP Mikro: ≤ 50 juta rupiah
  • SIUP Kecil: 50 – 500 juta rupiah
  • SIUP Menengah: 500 juta – 10 miliar rupiah
  • SIUP Besar: ≥ 10 miliar rupiah

Dari keempat jenis SIUP di atas, SIUP Mikro merupakan SIUP opsional. Artinya, perusahaan dengan kekayaan bersih tidak lebih dari 50 juta rupiah tidak wajib memiliki SIUPL. Total kekayaan yang terhitung tidak termasuk aset yang digunakan perusahaan seperti tanah dan bangunan.

Baca juga: Wow, Naikin Omzet! Ini 6 Keuntungan Bisnis Memiliki SIUPL!

Meskipun lima jenis usaha yang sudah disebutkan tidak wajib memiliki SIUPL, usaha-usaha tersebut tetap bisa memiliki SIUP Mikro yang bersifat opsional. Berbagai keuntungan bisnis memiliki SIUPL juga akan didapatkan oleh perusahaan yang memiliki surat izin usaha tersebut.

Jika Anda memiliki usaha di bidang perdagangan, Anda harus memiliki SIUP dan SIUPL. Jika usaha Anda menjalankan metode penjualan langsung, untuk menjaga legalitas di mata hukum serta menghindari permasalahan hukum yang mungkin terjadi, Anda membutuhkan surat izin tersebut.

Sebaliknya, Anda tidak diharuskan untuk memiliki surat izin usaha tersebut apabila usaha Anda termasuk dalam kategori usaha yang tidak wajib memiliki SIUPL. Meskipun tidak wajib, Anda tetap bisa memilikinya dan mendapatkan manfaat yang tentunya menguntungkan untuk usaha Anda.

You may also like

Leave a Comment