Home Seputar Kesehatan Supaya Perut Aman, Kenali Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar!

Supaya Perut Aman, Kenali Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar!

by coriate

Irritable bowel syndrome atau yang dalam bahasa Indonesia disebut sebagai penyakit sindrom iritasi usus besar merupakan sebuah kelainan yang umum terjadi. Kelainan ini terjadi pada usus besar dan dapat menimbulkan rasa sakit yang cukup hebat. Meski demikian, banyak orang mampu mengendalikan gejala yang ditimbulkan dengan menjalani gaya hidup sehat. Adapun mereka dengan gejala yang lebih berat biasanya harus mendapatkan perawatan berupa obat-obatan dan konseling.

Apakah Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar Berbahaya?

Ilustrasi gambar seseorang sedang mengalami kesakitan di bagian perut akibat penyakit sindrom iritasi usus besar

Penyakit sindrom iritasi usus besar umumnya lebih sering dialami oleh wanita dan umumnya oleh mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Kondisi ini bersifat kronis atau berkepanjangan dan umumnya bersifat kambuhan. Berbagai hal bisa menjadi pemicu kambuhnya kondisi ini, seperti stres, mengkonsumsi beberapa jenis makanan dan minuman tertentu, hingga perubahan hormon.

Gejala penyakit sindrom iritasi usus besar dapat bervariasi, tetapi yang paling umum antara lain sebagai berikut:

  • Perut terasa nyeri, kram atau kembung yang biasanya reda setelah buang air besar
  • Mengeluarkan gas secara berlebihan baik melalui sendawa ataupun kentut
  • Diare atau konstipasi, atau kadang keduanya
  • Tinja disertai lendir
  • Diare berair yang terkadang lebih dari sekali dalam sehari
  • Ada perasaan belum tuntas meskipun sudah selesai buang air besar
  • Mudah merasa lelah
  • Perut terasa cepat kenyang
  • Nafsu makan menurun
  • Dada terasa panas dan muncul penyakit asam lambung.

Selain gejala di atas, ada juga beberapa gejala lain yang bisa jadi lebih serius. Beberapa gejala tersebut termasuk penurunan berat badan, diare pada malam hari, pendarahan rektum, anemia karena kekurangan zat besi, muntah yang tidak dapat dijelaskan, kesulitan menelan, dan rasa sakit secara terus menerus yang tidak reda meski sudah buang angin maupun buang air besar.

Sindrom ini sebenarnya tidaklah berbahaya. Kebanyakan orang yang memiliki gejala ringan umumnya dapat beradaptasi dengan cukup baik tanpa memerlukan perawatan. Meski demikian, beberapa orang dapat memiliki gejala yang cukup berat hingga memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka.

Ketika Anda mengalami gejala serius tersebut, pastikan untuk segera berobat ke dokter. Pasalnya, hal ini juga bisa jadi merupakan indikasi kondisi yang lebih serius seperti kanker usus besar.

Penyebab Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar

Ilustrasi gambar seorang wanita sedang mengalami kesakitan di bagian perut akibat penyakit sindrom iritasi usus besar

Penyebab pasti penyakit sindrom iritasi usus besar masih belum diketahui hingga saat ini. Meski demikian ada beberapa hal yang bisa menjadi faktor pemicu terjadinya masalah kesehatan ini. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Terjadi Kontraksi pada Otot Bagian Usus

Kontraksi yang lebih kuat pada dinding usus dapat menimbulkan terjadinya penumpukan gas, kembung, dan diare. Sebaliknya, kontraksi yang lebih lemah akan membuat makanan menjadi sulit lewat sehingga terjadi konstipasi.

2. Peradangan pada Usus

Beberapa orang yang bermasalah dengan penyakit sindrom iritasi usus besar menunjukkan adanya peningkatan sel radang pada usus. Hal ini berhubungan dengan diare dan nyeri perut yang juga sering terjadi pada pasien yang menderita sindrom iritasi usus.

3. Gangguan Sistem Saraf

Kelainan pada sistem saraf pencernaan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Hal ini juga memicu pembentukan gas berlebih. Inilah mengapa orang dengan masalah iritasi usus bermasalah dengan kelebihan gas sehingga sering buang air besar.

4. Perubahan Flora Normal di Dalam Usus

Usus memiliki bakteri baik yang berfungsi membantu kerja sistem pencernaan. Ketika terdapat ketidakseimbangan antara jumlah bakteri baik dan jahat dalam usus, terjadilah sindrom iritasi usus. 

5. Infeksi Berat

Infeksi berat pada usus oleh bakteri maupun virus akibat diare yang sebelumnya pernah terjadi juga dapat menjadi pemicu terjadinya penyakit sindrom iritasi usus besar.

6. Stres Usia Dini

Orang-orang yang terpapar pada kejadian yang memicu stres, terutama pada awal masa kanak-kanak, cenderung lebih memiliki gejala sindrom ini.

Selain beberapa sebab di atas, penyakit sindrom iritasi usus besar juga dapat dipicu oleh dua faktor, yaitu makanan dan stres. Meski demikian, peran alergi makanan pada sindrom ini masih belum sepenuhnya dipahami. 

Alergi makanan umum jarang sekali menimbulkan penyakit sindrom iritasi usus besar. Namun, banyak orang menunjukkan gejala sindrom iritasi usus besar yang lebih buruk ketika mengonsumsi makanan dan minuman tertentu seperti gandum, produk olahan susu, buah sitrus, kacang-kacangan, kubis, dan minuman berkarbonasi.

Kebanyakan orang dengan sindrom ini mengalami gejala yang lebih buruk atau lebih sering selama periode peningkatan stres. Meskipun stres dapat memperparah gejala, hal ini bukanlah penyebab terjadinya sindrom iritasi usus.

Cara Mengobati Penyakit Sindrom Iritasi Usus Besar

Meskipun tidak sepenuhnya membahayakan, sindrom ini dapat menimbulkan komplikasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Konstipasi maupun diare kronis dapat menyebabkan hemoroid atau wasir. 

Selain itu, banyak orang yang menderita sindrom ini dengan gejala sedang hingga berat mengalami kualitas hidup yang lebih buruk akibat gejala yang mereka alami. Selain itu, mengalami tanda dan gejala sindrom ini dapat memicu terjadinya depresi atau kecemasan. Sayangnya, depresi dan kecemasan juga dapat membuat gejala sindrom iritasi usus menjadi lebih buruk.

Untungnya, gejala yang ditimbulkan dapat diatasi dengan berbagai cara. Meskipun hampir seluruh pasien dapat mengurangi timbulnya gejala, tidak semua terapi cocok untuk seluruh pasien. Jadi, Anda perlu menemukan terapi yang tepat untuk mengurangi gejala.

Hingga saat ini, belum ada obat atau perawatan khusus yang dapat menyembuhkan penyakit sindrom iritasi usus besar. Meski demikian, mengatur pola makan dan pemberian obat bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan mencegah munculnya gejala. Beberapa cara mengobati sindrom iritasi usus besar adalah dengan mengubah pola gaya hidup, antara lain:

  • Menghindari konsumsi kafein seperti kopi atau teh secara berlebihan.
  • Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur. Atau mengkonsumsi suplemen yang mengandung serat tinggi.
  • Perbanyak minum air putih.
  • Hindari kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, dan minuman bersoda.
  • Menghindari makanan yang mengandung gas seperti kol, brokoli, kacang-kacangan atau permen karet, terutama pada pasien yang menunjukkan gejala perut kembung.
  • Tidur cukup setiap hari
  • Mengelola stres dengan cara yang positif seperti meditasi atau yoga
  • Mengunyah makanan dengan perlahan dan tidak terburu-buru.
  • Mencoba untuk diet makanan Low FODMAP.

Terapi obat-obatan juga terkadang diberikan kepada penderita penyakit sindrom iritasi usus besar, seperti:

  • Antibiotik, jika terdapat ketidakseimbangan jumlah bakteri pada usus
  • Antidepresan, jika gejala muncul akibat stres atau depresi
  • Antispasmodik, untuk mengurangi ketegangan otot usus
  • Probiotik untuk membantu proses pencernaan di dalam usus. 

Anda juga bisa mengkonsumsi suplemen yang mengandung prebiotic & probiotic – immune system. Suplemen dengan bahan probiotik akan membantu meningkatkan sistem imun, menjaga agar jumlah bakteri dalam usus tetap pada kisaran normal, membantu penyerapan nutrisi, mengurangi risiko terjadinya sindrom iritasi usus, serta meningkatkan kesehatan sistem pencernaan.

Sindrom iritasi usus besar adalah gangguan pencernaan yang dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Sayangnya, belum ada obat maupun cara yang benar-benar bisa mencegah terjadinya kondisi ini. Meski demikian, pola hidup yang baik dan sehat serta pengelolaan stres yang baik diketahui mampu mencegah kekambuhan. Jadi, jangan ragu untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih baik mulai dari sekarang!

You may also like

Leave a Comment