Home Seputar Kesehatan Penyakit hipertensi: Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Penyakit hipertensi: Simak Penyebab dan Cara Mengatasinya!

by coriate

Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang cukup umum didengar. Jadi, sudah banyak orang memahami bahaya penyakit ini. Meski demikian, tidak banyak yang benar-benar tahu penyebab maupun cara pencegahannya. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang tekanan darah tinggi agar Anda bisa terhindar dari penyakit ini.

Apa Itu Hipertensi?

penyakit hipertensi adalah penyakit yang terjadi ketika tekanan darah tinggi berada di angka 130/80 mmHg atau lebih. Semakin tinggi angka tersebut, artinya kondisi sudah berbahaya dan penderitanya harus segera mendapatkan perawatan agar terhindar dari risiko yang lebih buruk seperti stroke, penyakit jantung, bahkan kematian. 

Tekanan ini bergantung pada ketahanan pembuluh darah dan seberapa keras jantung harus bekerja. Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempit pembuluh darah, artinya tekanan darah akan semakin tinggi. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari hal ini. Jadi, pemeriksaan tekanan darah rutin perlu dilakukan untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Hipertensi

Ilustrasi gambar penyakit hipertensi

Melansir dari EverydayHealth.com, terdapat dua jenis hipertensi, yaitu primer dan sekunder. Keduanya memiliki penyebab yang berbeda. Berikut ini penjelasannya:

1. Hipertensi Primer

penyakit hipertensi primer seringkali tidak diketahui apa penyebab utamanya. Kondisi ini umumnya terjadi pada orang dewasa dan cenderung berkembang secara bertahap seiring berjalannya waktu. 

Meski demikian, ada beberapa hal yang menjadi faktor timbulnya penyakit tekanan darah tinggi ini. Beberapa di antaranya termasuk obesitas, resisten terhadap insulin, asupan garam yang terlalu tinggi hingga terlalu sering. Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan, merokok, dan malas bergerak atau berolahraga. 

2. Hipertensi Sekunder

Jenis yang kedua adalah hipertensi sekunder. Kondisi ini terjadi akibat adanya kondisi kesehatan lain yang mendasarinya. Tekanan darah jenis ini umumnya terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan lonjakan tekanan darah yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan hipertensi primer. 

Beberapa kondisi kesehatan atau keadaan yang dapat menyebabkan tekanan darah jenis ini antara lain adalah:

  • Penyakit ginjal
  • Gangguan tiroid
  • OSA atau obstruktif sleep apnea
  • Tumor kelenjar adrenal
  • Cacat bawaan pada pembuluh darah
  • Konsumsi obat-obatan tertentu termasuk pil KB, dekongestan, obat penghilang rasa sakit, obat flu, dan sejenisnya.
  • Konsumsi obat-obatan terlarang.

Selain itu, ada beberapa kebiasaan hidup yang dapat meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi. Faktor risiko penyakit ini meliputi beberapa hal di bawah ini:

  • Berusia 65 tahun ke atas
  • Terlalu sering mengonsumsi makanan dengan kadar garam yang tinggi
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
  • Keluarga memiliki riwayat kondisi masalah penyakit tekanan darah tinggi
  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah
  • Tidak aktif bergerak atau jarang olahraga
  • Terlalu berlebihan dalam mengkonsumsi kafein atau minuman beralkohol

Gejala Penyakit Hipertensi

Tekanan darah tinggi sering dianggap sebagai pembunuh diam-diam atau silent killer. Pasalnya, penyakit ini umumnya tidak menampakkan gejala yang jelas sampai tekanan darah sudah terlalu tinggi dan menjadi kondisi yang mengancam nyawa. 

Ketika tekanan darah sudah terlalu tinggi, pasien dapat menunjukkan beberapa gejala seperti lemas, sakit kepala, nyeri pada dada, penglihatan bermasalah, aritmia, sesak napas, hingga urine yang mengandung darah. Jika Anda mengalami salah satu hingga beberapa gejala tersebut, pastikan untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut. 

Cara Mengatasi Penyakit Hipertensi

Ilustrasi gambar penyakit hipertensi

Diagnosis tekanan darah dilakukan dengan menggunakan alat pengukur tekanan khusus. Hasil pengukuran ini terbagi menjadi empat kategori seperti berikut ini:

  • Di bawah 120/80 mmHg termasuk kategori normal
  • Tekanan darah dengan tekanan sistolik antara 120-139 mmHg dan tekanan diastolik antara 80-89 mmHg tergolong termasuk prehipertensi. Kondisi ini cenderung dapat memburuk sewaktu-waktu.
  • Jika tekanan darah sistolik berkisar antara 140-159 mmHg dan diastolik antara 90-99 mmHg, kondisi ini sudah tergolong hipertensi tahap 1.
  • Ketika tekanan darah sistolik berada di angka 160 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik berada di angka 100 mmHg atau lebih tinggi, maka digolongkan sebagai hipertensi tahap 2. Jenis penyakit hipertensi ini sudah memasuki tahap parah dan membahayakan.

Beberapa pasien tekanan darah tinggi harus rutin mengonsumsi obat untuk mengatur tekanan darah mereka. Beberapa jenis obat-obatan yang diberikan umumnya adalah sebagai berikut:

  • Obat penurun tekanan darah yang bekerja dengan cara membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rileks.
  • Obat pelebar pembuluh darah terkadang juga diberikan untuk menurunkan tekanan darah. Pasalnya, penyakit ini terkadang juga dapat membuat pasien mengalami penyumbatan pembuluh darah.
  • Obat untuk memperlambat detak jantung dan melebarkan pembuluh darah.
  • Obat penghambat renin yang berfungsi untuk menghambat enzim yang bekerja untuk meningkatkan tekanan darah.
  • Obat yang berfungsi untuk membuat kelebihan garam dan cairan melalui urine.

Selain obat-obatan di atas, anjuran mengubah gaya hidup juga diberikan. Jika tekanan darah dapat terkendali melalui hal ini, dosis obat dapat dikurangi atau bahkan dihentikan. Perubahan gaya hidup yang dimaksud adalah menjaga pola makan yang lebih sehat, rajin berolahraga, dan mengelola stres dengan lebih baik. 

Mengonsumsi mix grains-hearty breakfast juga bisa dilakukan untuk menjaga tekanan darah. Pasalnya, mix grains-hearty breakfast dibuat dari bahan-bahan yang baik untuk tubuh seperti kedelai, instant malt cereal powder, oligosaccharides, brown rice, black sesame, oat bran, oat flakes, black glutinous rice, black bean, red bean, green bean, dan black eyed pea.

Mix grains-hearty breakfast membantu menjaga kesehatan dan kelancaran sistem pencernaan, meningkatkan sistem imun, meredakan sembelit, membantu anti penuaan dini, hingga menurunkan kadar kolesterol dan gula dalam darah. Itulah mengapa produk ini sangat cocok dikonsumsi oleh penderita hipertensi.

Pencegahan Penyakit Hipertensi

Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas, penyakit tekanan darah tinggi dapat dicegah dengan menjalankan gaya hidup yang sehat. Perubahan gaya hidup seperti berikut ini bisa dilakukan untuk melindungi diri Anda dari penyakit yang diam-diam mematikan ini:

  • Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta mengurangi konsumsi makanan yang mengandung lemak.
  • Mengurangi asupan kafein
  • Tidak merokok
  • Menjaga berat badan
  • Berolahraga secara teratur seperti jalan kaki, berenang, serta lari dan bersepeda
  • Menghindari konsumsi minuman beralkohol
  • Mengelola stres dengan lebih baik dengan melakukan meditasi, yoga, atau mandi air hangat.

Seseorang disebut memiliki penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi ketika tekanan mereka terus-menerus berada di angka setidaknya 140/90 mmgH. Penyakit ini dapat meningkatkan risiko pasien mengalami masalah kesehatan jantung seperti penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke. 

Riwayat keluarga dan gaya hidup seringkali menjadi faktor utama tekanan darah tinggi. Jadi, mengubah gaya hidup dan pola makan menjadi lebih baik sering kali mampu menjaga tekanan darah agar tetap berada pada tingkat yang normal.

Karena mencegah selalu lebih baik dari mengobati, ayo ubah gaya hidup Anda sekarang dan jangan tunggu sampai sakit ya!

You may also like

Leave a Comment