Home Seputar Kesehatan Pelajari Cara Membedakan Obat Herbal Asli dan Palsu Ini, Yuk!

Pelajari Cara Membedakan Obat Herbal Asli dan Palsu Ini, Yuk!

by coriate

Kesehatan merupakan salah satu bentuk aset yang sangat penting. Oleh karena itu, masyarakat berupaya menjalankan gaya hidup sehat dengan konsumsi obat herbal yang alami. Hanya saja, Anda juga perlu waspada dan tahu cara membedakan obat herbal asli dan palsu. 

Pengetahuan tentang perbedaan antara obat herbal asli dan palsu sangat penting. Apalagi, saat ini banyak beredar obat herbal palsu yang diklaim sebagai obat asli. Pemakaiannya tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berdampak buruk pada kondisi kesehatan. 

Penggunaan Obat dan Suplemen Herbal

Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis mempunyai potensi sebagai produsen obat herbal potensial. Alasan utamanya adalah karena Indonesia memiliki kurang lebih 30 ribu spesies tumbuhan serta sumber daya laut. Dengan kekayaan alam yang sangat besar tersebut, tidak heran kalau budaya penggunaan obat herbal di Indonesia sangat kental. 

Di Indonesia, angka penggunaan obat herbal cukup variatif. Masyarakat tidak hanya mengonsumsi obat dan suplemen herbal dalam bentuk ramuan jadi yang dijual di pasaran. Tingkat pemakaian obat herbal yang dibuat dengan ramuan sendiri juga sangat tinggi. 

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengungkapkan kalau pemakaian obat dan suplemen herbal dalam bentuk ramuan jadi di Indonesia mencapai angka 48%. Sementara itu, pemanfaatan obat herbal dengan racikan sendiri mencapai angka 31,8%. 

Para pengguna obat tradisional di Indonesia mempunyai latar belakang pendidikan yang beragam. Mereka bukan hanya orang-orang yang memiliki tingkat pendidikan rendah. Namun, banyak pula pengguna obat herbal yang mempunyai latar belakang pendidikan perguruan tinggi. 

Baca juga: Beda atau Sama? Ini Loh Perbedaan Suplemen dan Vitamin

Cara Membedakan Obat Herbal Asli dan Palsu

Dengan tingkat pemakaian obat herbal yang tinggi, tak heran kalau banyak pihak tak bertanggung jawab ingin mencari keuntungan. Salah satunya adalah dengan memasarkan produk obat herbal palsu. Sebagai buktinya, Anda bisa menemukan banyak kasus pidana yang melibatkan tindakan pemalsuan obat herbal. Lalu, bagaimana cara mengenali perbedaan antara obat herbal yang asli dengan palsu? Ada 4 indikator yang bisa Anda jadikan patokan, yaitu: 

1. Informasi Produsen

symbol Informasi

Parameter pertama adalah data terkait informasi produsen. Anda perlu tahu kalau Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menyusun standar pengemasan obat. Dalam standar tersebut, kemasan harus disertai informasi yang lengkap. Tidak cuma merek, kemasan harus memuat informasi jelas berkaitan dengan produsen obat herbal. 

Baca juga: Ini Dia Beberapa Contoh Produk Maklon yang Potensial!

2. Kandungan Obat

Kandungan obat

Cara membedakan obat herbal asli dan palsu yang selanjutnya adalah informasi terkait kandungan obat. Hindari obat herbal yang membuat informasi kandungan bahan yang ada di dalamnya secara minimal. Produsen obat herbal yang baik tidak hanya mencantumkan jenis kandungan. Namun, mereka juga menampilkan informasi berkaitan dengan kadar masing-masing kandungan untuk setiap bahan yang dipakai dalam proses pembuatan obat herbal. 

Baca juga: Bentuk Suplemen Cair, Bubuk atau Tablet: Yang Mana Terbaik?

3. Izin Edar BPOM

Cara membedakan obat herbal asli dan palsu yaitu dengan mengecek ijin edar ke BPOM

Faktor selanjutnya yang menjadi pembeda antara obat herbal asli dan palsu adalah izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Anda perlu mengecek apakah obat atau suplemen herbal yang akan dikonsumsi punya izin edar BPOM atau tidak. 

Fakta yang sering terjadi di lapangan, banyak produsen obat herbal palsu mencantumkan izin edar BPOM abal-abal. Artinya, izin edar BPOM yang tercantum dalam kemasan palsu. Lalu, bagaimana cara mengeceknya? 

Caranya mudah. Anda bisa memanfaatkan dua aplikasi yang telah dirilis oleh BPOM, yakni:

  • BPOM Mobile. Aplikasi ini merupakan produk keluaran resmi dari BPOM. Anda bisa menggunakan BPOM Mobile untuk memperoleh informasi terbaru terkait BPOM. Selain itu, Anda bisa pula memanfaatkan BPOM Mobile untuk mengecek izin edar, pengaduan produk, dan lain sebagainya.
  • BPOM e-Public Warning Obat Tradisional. Aplikasi ini juga merupakan buatan dari BPOM. Penggunaannya bisa membantu Anda dalam mengetahui daftar produk obat dan suplemen herbal yang berbahaya, mengandung bahan kimia obat, serta tak memiliki izin edar. 

4. Khasiat Obat

Khasit Obat

Cara membedakan obat herbal asli dan palsu yang terakhir adalah melalui khasiatnya. Obat herbal asli mempunyai khasiatnya tidak bisa langsung Anda rasakan. Khasiat dari obat tersebut akan bisa Anda peroleh ketika telah menggunakannya beberapa waktu. 

Hal ini berbeda ketika menggunakan obat herbal palsu. Obat dalam kategori ini menawarkan efek yang cepat. Selain itu, khasiat tersebut akan hilang seketika ketika Anda berhenti mengonsumsinya. Efek yang secara tiba-tiba pada sebuah obat herbal merupakan indikasi kalau terdapat kandungan bahan kimia obat di dalamnya. 

Risiko Menggunakan Obat Herbal Palsu

Anda mungkin berpikir, tidak berbahaya ketika obat atau suplemen herbal yang dikonsumsi ternyata palsu. Alasannya, karena obat dan suplemen tersebut terbuat dari bahan-bahan yang alami. Namun, apakah kenyataannya memang seperti itu? 

Ketika menggunakan obat dan suplemen herbal palsu, Anda tidak akan mengetahui secara pasti komposisi dan kandungan di dalamnya. Tak menutup kemungkinan kalau obat tradisional tersebut memiliki kandungan bahan yang berbahaya atau dibuat dengan campuran bahan kimia obat. 

Dampak dari konsumsi obat dan suplemen herbal palsu seperti itu cukup berbahaya. Alasannya, karena obat itu tidak menjalani proses penilaian secara akurat oleh tenaga ahli atau lembaga yang punya kompetensi. Alhasil, klaim atas kemanjuran dan keamanan dari obat tersebut patut dipertanyakan. 

Tips Memilih Obat Herbal yang Aman dan Berkhasiat Manjur

Selain mengetahui cara membedakan obat herbal asli dan palsu, Anda perlu pula tips memilih produk suplemen herbal yang aman dan benar-benar punya khasiat manjur. Ada 4 tips yang bisa Anda praktikkan untuk mendapatkannya, yaitu: 

1. Cermati Kemasan

Kemasan Obat

Tips yang pertama adalah memperhatikan kemasan produk herbal secara cermat. Pastikan bahwa kemasan obat dan suplemen herbal tersebut memuat informasi produk secara lengkap.  BPOM melalui Materi Edukasi tentang Peduli Obat dan Pangan Aman mengungkapkan kalau produk obat tradisional harus mencantumkan informasi lengkap pada kemasan, meliputi: 

  • Nama produk
  • Nomor izin edar BPOM
  • Alamat lengkap produsen
  • Kode produksi
  • Waktu kedaluwarsa
  • Berat bersih atau netto
  • Komposisi
  • Peringatan
  • Cara penyimpanan
  • Kegunaan serta cara pemakaian yang ditulis dalam bahasa Indonesia

2. Cek Izin Edar

Logo BPOM

Cara yang paling mudah membedakan obat herbal asli dan palsu dengan cek izin edar BPOM produk yang bersangkutan. Setiap produk obat herbal ataupun tradisional harus mempunyai izin edar dari BPOM. Anda pun perlu mengecek keaslian dari izin edar tersebut menggunakan aplikasi BPOM Mobile. 

3. Jangan Terlalu Percaya Klaim Khasiat Obat

Sedang melakukan pengecekan

Obat herbal palsu kerap ditawarkan dengan klaim khasiat yang berlebihan. Biasanya, obat tersebut diklaim mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dalam waktu singkat. 

4. Tidak Semua Obat Herbal Aman

Kapsul obat

Terakhir, Anda perlu tahu kalau BPOM menetapkan bahwa ada beberapa jenis obat tradisional atau herbal yang dilarang untuk keperluan tertentu, yaitu: 

  • Intravaginal
  • Tetes mata
  • Parenteral
  • Supositoria (pengecualian untuk obat wasir)

Nah, itulah tips lengkap cara membedakan obat herbal asli dan palsu. Dengan informasi ini, Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam mempraktikkannya, kan? Semoga bermanfaat, ya.

You may also like

Leave a Comment