Home Bisnis Maklon Mau Tau Bagaimana Menjadi Beautypreneur? Ini Caranya!

Mau Tau Bagaimana Menjadi Beautypreneur? Ini Caranya!

by coriate

Sebelum membahas soal bagaimana menjadi beautypreneur, kamu harus tahu seperti apa tren bisnis di bidang ini. Peluang bisnis kecantikan di Indonesia memang tiada matinya, akan selalu ada peluang meski dalam situasi yang sulit.

Pada tahun 2021 misalnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), industri kecantikan di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 5,59 persen. Padahal saat itu Indonesia, dan seluruh dunia, sedang diguncang pandemi Covid-19.

Sebuah portal berita mengabarkan bahwa selama 2021 ada beberapa produk kecantikan yang paling diminati masyarakat. Di posisi puncak, ada obat jerawat sekaligus moisturizer. Lalu disusul produk make-up atau skincare untuk perawatan mata.

Di urutan ketiga ada lip-tint yang dibayang-bayangi produk body care di posisi keempat. Selanjutnya, ada produk make-up atau skincare yang simpel dan mudah diterapkan pada kulit. Hal ini bisa menjadi pertimbangan kuat bagi kamu untuk segera terjun dalam bisnis ini.

Profesi “Beautypreneur” di Indonesia

Wanita dengan profesi beatypreneur

Buat kamu yang punya ketertarikan terhadap dunia kosmetik, tentu sudah tidak asing dengan deretan nama seperti Nana Subakat (Make Over, Emina, Wardah), Martha Tilaar (Sariayu), dan Shandy Purnamasari (MS Glow).

Ya, mereka adalah orang-orang yang berhasil mengembangkan bisnis di bidang produk kecantikan atau populer disebut beautypreneur, hingga produknya terkenal di mana-mana.

Selain mereka, masih ada banyak beautypreneur lain di Indonesia, baik dari kalangan masyarakat biasa maupun selebriti dan influencer. Maraknya bisnis di bidang kecantikan ini tak lepas dari tingginya animo masyarakat terhadap kebutuhan berbagai produk kecantikan.

Pertanyaannya sekarang, di tengah persaingan yang begitu ketat, apakah menjadi beautypreneur masih memiliki prospek yang cerah? Menurut salah satu pemilik klinik kecantikan di Indonesia, dr. Richard Lee, ke depan bisnis di bidang kecantikan akan kian berkembang, bahkan jauh lebih pesat dibanding saat ini.

Pendapat itu diperkuat dengan fakta bahwa selama pandemi Covid-19 mengguncang berbagai tatanan kehidupan, geliat industri di bidang kecantikan tak juga surut. Pangsa pasar industri ini hanya mengalami sedikit pergeseran.

Toko-toko kosmetik offline banyak yang mengalami guncangan. Namun, disisi lain muncul peluang-peluang usaha kecantikan baru—yang bahkan jauh lebih berprospek. Salah satunya adalah kian bersinarnya toko kosmetik di lini online.

Bagaimana Menjadi Beautypreneur yang Cerdas dan Sukses?

Beatypreneur wanita yang sukses

Ketika peluang bisnis kecantikan terbuka lebar, tetapi di saat yang sama persaingan juga semakin ketat, lantas bagaimana cara menjadi beautypreneur yang sukses dan berkembang?

Buat kamu yang sungguh-sungguh, selalu ada celah yang bisa dilewati. Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjadi beautypreneur cerdas dan sukses.

1. Mengikuti Trend-Trend Terbaru Seputar Kecantikan

Untuk menjadi beautypreneur sukses, kamu harus tahu apa saja permasalahan terkait kecantikan yang sedang dialami khalayak. Dari beragam permasalahan tersebut, kamu bisa menentukan produk apa yang bisa menjadi solusi.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui trend terbaru seputar kecantikan. Salah satunya dengan berselancar di dunia maya. Kini, orang-orang kerap membagikan keluh kesahnya seputar masalah kecantikan di media sosial.

2. Menentukan Konsep Model Bisnis

Setelah tahu tren, seorang beautypreneur juga perlu menentukan konsep model bisnis yang pas. Model bisnis di sini maksudnya bagaimana cara pengusaha menjalankan bisnis tersebut, sehingga bisa terus bergerak dan mengalami pertumbuhan yang baik. Sederhananya, bagaimana cara kita menjual produk-produk kecantikan yang dimiliki kepada konsumen.

Apakah kita akan menjual secara online, membuka toko offline, menjadi distributor retail, membangun agen reseller dan dropshipper, membuka sistem pre-order, atau yang lainnya? Kita bisa memilih salah satu atau bahkan menggunakan semuanya. Hal ini harus jelas sejak awal bisnis kecantikan dimulai.

3. Rincikan Modal Usaha yang Diperlukan

Poin ini sudah cukup jelas. Untuk memulai usaha, baik di bidang kecantikan ataupun yang lain, rincian terkait modal yang diperlukan harus jelas. Hitung segala jenis pengeluaran yang dibutuhkan, baik untuk produksi, distribusi, promosi, operasional, dan lainnya. 

Jangan sampai ada yang terlewat, pastikan juga semua pembayaran berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga ke depan tidak akan menimbulkan masalah.

4. Mengenali Karakteristik Target Konsumen yang Dituju

Usai mendapat modal usaha, kamu bisa menentukan target market. Upaya ini penting karena akan berkaitan dengan konsep model bisnis. Siapa target konsumen mu, itulah yang akan menentukan bagaimana cara menjual produk mu.

Contoh sederhananya, jika target utama konsumen mu adalah remaja, maka cara menjual produk harus disesuaikan dengan karakteristik remaja. Penjualan online bisa ditingkatkan, karena pasarnya lebih dekat dengan remaja. Promosi juga perlu dilakukan dengan konsep yang lebih kasual. Semuanya menyesuaikan target market.

5. Siapkan Produk Kecantikan yang Tepat Sasaran

Setelah tahu siapa calon konsumen yang dibidik, segera siapkan produk yang sangat mereka butuhkan. Misalnya untuk kalangan remaja, biasanya produk-produk skincare sederhana dengan harga terjangkau lebih dibutuhkan, dibanding produk kosmetik kompleks.

Di samping itu kamu juga harus mengenal berbagai jenis produk kecantikan demi bisa menyesuaikan kebutuhan target market. Produk untuk bibir misalnya, kamu harus tahu macam-macam kosmetik bibir seperti lip balm, lip tint, lip gloss, sheer lipstick, cream lipstick, matte lipstick, lip stain, lip liner, masker bibir, scrub bibir, dan lip serum.

Demikian halnya dengan berbagai produk skincare dan perawatan tubuh. Ada produk yang hanya cocok untuk jenis kulit tertentu, manfaat dan efek samping kandungan produk skincare dan perawatan tubuh, urutan yang tepat dalam mengaplikasikan skincare, dan sebagainya.

Ada juga beberapa jenis produk perawatan rambut dengan berbagai variannya. Misalnya, produk untuk mengatasi rambut rontok, bikin rambut berkilau, mengatasi masalah ketombe, basmi kutu, atasi masalah uban, dan sebagainya.

Baca juga: Ternyata Ini 7 Jenis Masalah Rambut Pria dan Wanita Indonesia

Semua produk tersebut memiliki karakteristiknya masing-masing, dan seorang beautypreneur yang baik harus bisa memberikan rekomendasi produk yang dibutuhkan konsumen. Sehingga, kamu benar-benar harus memahami semuanya.

6. Perhatikan Desain dan Jenis Packaging Produk yang Digunakan

Salah satu upaya yang bisa dilakukan agar produk kecantikan cepat laku di pasaran adalah dengan menyempurnakan produk tersebut dengan desain dan jenis packaging yang baik. Packaging atau kemasan produk, selain berguna sebagai pelindung, juga memiliki manfaat lainnya.

Packaging yang baik bisa menjadi sarana informasi terkait produk yang diperjualbelikan, memudahkan penggunaan produk, menjadi identitas diri yang membedakan dengan merek lainnya, memudahkan proses pendistribusian, hingga memancarkan estetika yang mampu memikat konsumen untuk memiliki produk tersebut, dan sebagainya.

Maka, untuk menjadi beautypreneur sukses, kamu perlu memperhatikan soal kemasan produk ini secara mendetail. Pastikan produk mu dikemas dengan perpaduan jenis warna dan desain packaging yang terbaik.

7. Pastikan Sudah Mengurus Perizinan dan Hak Cipta

Sebelum mengedarkan produk kecantikan atau kosmetik dengan merek sendiri, seorang beautypreneur harus mengurus berbagai perizinan terlebih dahulu. Hal ini demi menjaga keamanan, mutu, serta manfaat produk.

Oleh sebab itu, sebelum bergerak memasarkan produk, kamu harus memastikan bahwa perizinan seperti izin edar produk dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), hak cipta merek, hingga sertifikasi halal, dan sebagainya, sudah aman terkendali. Artinya, semua sudah diurus dengan baik.

Jangan sampai bisnismu terganggu gara-gara ada perizinan yang belum dipenuhi. Apalagi sampai terjadi penyitaan produk dan penghentian usaha secara permanen. Tentu hal ini akan sangat merugikan.

8. Tentukan Alat Promosi Produk

Setelah semua siap, kini saatnya melakukan promosi produk. Promosi diperlukan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat sebagai calon konsumen, bahwa kini ada produk bagus yang mampu memberi solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi.

Ada banyak media yang bisa digunakan untuk menjalankan promosi. Mulai dari membuat website atau landing page, mengoptimalkan media sosial, menggunakan WhatsApp Business, dan sebagainya. Semuanya bergantung pada target market yang hendak dituju.

9. Dengarkan Saran dari Customer

Last but not least, dengarkan saran dari konsumen terkait produk yang sedang kamu perdagangkan. Pepatah “Pembeli adalah Raja” harus benar-benar kamu junjung tinggi. Sehingga, selain melayani mereka dengan service terbaik, sebagai beautypreneur kamu juga perlu terbuka dengan berbagai komentar dari konsumen.

Kritik, saran, harapan, juga ide-ide yang membangun dari mereka bisa memberikan perspektif baru buat kamu dalam upaya mengelola dan mengembangkan bisnis. Jika hal ini dikelola dengan baik, sangat mungkin bisnis kamu akan kian melejit.

Demikian beberapa hal yang perlu disiapkan jika kamu ingin menjadi beautypreneur. Sekilas memang tampak sederhana, tetapi untuk menjalaninya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan kerja keras dan semangat pantang menyerah untuk dapat sukses bersaing dalam industri ini.

Gimana? Apakah kamu semakin tertantang, atau justru ingin mundur perlahan? Tenang, jika upaya-upaya di atas terlalu sulit untuk dijalani, kamu bisa memanfaatkan jasa maklon dari Agung Sejahtera Group untuk mengembangkan bisnis kosmetik.

Agung Sejahtera Group bisa menjadi jawaban atas pertanyaan bagaimana menjadi beautypreneur dengan membantumu mengurus SIUPL dan memproduksi berbagai kosmetik dengan merek mu sendiri.

You may also like

Leave a Comment