Home Seputar Kesehatan Flora Usus Tingkatkan Imunitas Tubuh? Berikut Faktanya!

Flora Usus Tingkatkan Imunitas Tubuh? Berikut Faktanya!

by coriate

Apakah kamu pernah mendengar informasi seputar bakteri flora usus yang konon bisa meningkatkan imunitas tubuh? Bagaimana bisa, sementara bakteri sendiri adalah mikroba yang terkenal sebagai penyebab berbagai jenis infeksi penyakit.

Ya, berbicara soal bakteri, tentu pikiran kita tak akan lepas dari bayangan sesuatu yang menjijikkan dan hal negatif lainnya. Namun, sesungguhnya tidak semua bakteri demikian. Ada beberapa jenis bakteri yang mampu memberikan manfaat untuk tubuh.

Bakteri-bakteri  itu disebut sebagai bakteri baik. Ia tidak akan menjadi penyebab penyakit, tetapi justru sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga kesehatan. Salah satunya berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh sebagaimana disebutkan di atas.

Apa Itu Flora Usus?

Agung Sejahtera Usus 1170px x 780px

Bakteri flora usus adalah bakteri-bakteri baik yang ada di dalam tubuh manusia. Ia juga bisa disebut sebagai mikroflora yang terdapat dalam usus karena hidup dan berkembang di dalam saluran cerna atau usus. 

Bakteri-bakteri ini terkenal sebagai makhluk yang mampu menjaga sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh manusia, baik saat masih anak-anak maupun setelah dewasa.

Beberapa tahun belakangan, selama masa pandemi Covid-19 berlangsung, berbagai upaya dilakukan masyarakat untuk bisa meningkatkan imunitas tubuh. Misalnya dengan melakukan olahraga secara teratur, mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, berjemur di bawah sinar matahari, dan sebagainya.

Upaya-upaya tersebut sejatinya turut membantu menyeimbangkan mikroflora dalam usus, sehingga dapat bekerja secara lebih optimal dalam meningkatkan kekebalan tubuh manusia demi terhindar dari paparan virus.

Pembentukan Flora Usus

Agung Sejahtera Bakteria 1170px x 780px

Bakteri-bakteri dalam usus bukanlah makhluk yang dibawa sejak seseorang pertama kali dilahirkan. Namun, bakteri-bakteri ini terbentuk melalui suatu proses seiring dengan pertumbuhan manusia.

Keberadaan bakteri di dalam usus dimulai sejak manusia masih bayi, khususnya ketika ia dalam masa menyusui. Hal inilah yang selanjutnya membuat banyak ahli turut menyarankan kepada para ibu untuk terus memberikan ASI secara eksklusif kepada anaknya, karena dapat memengaruhi pembentukan bakteri yang sehat.

Demi mendapat hasil terbaik, selama enam bulan pertama, ASI diberikan secara eksklusif tanpa campuran apa pun. Setelah itu, mulai bulan ketujuh hingga anak berusia dua tahun, ASI dapat diberikan bersama makanan penunjang ASI.

Setelah itu, bakteri-bakteri dalam usus ini tidak serta merta berhenti terbentuk. Justru ia akan terus berkembang dan memberikan manfaat seiring dengan pertambahan umur manusia. Pada usia empat sampai lima tahun misalnya, bakteri ini akan mulai memberikan manfaat dengan membentuk sistem pencernaan yang baik pada anak.

Manfaat Flora Usus

Seperti yang telah disebutkan di atas, bakteri baik di dalam usus memang dapat meningkatkan daya tahan atau kekebalan tubuh. Namun, itu baru salah satu manfaatnya saja. Masih ada manfaat lain sesuai dengan jenis bakterinya.

Misalnya, bakteri bernama Lactobacilli. Bakteri ini berguna untuk menguraikan laktosa dan protein yang terkandung dalam susu. Ada pula bakteri yang memiliki peran penting dalam pembentukan berbagai jenis vitamin, seperti vitamin B-12, vitamin B kompleks, serta vitamin K.

Di samping itu, beberapa bakteri baik lainnya juga berguna untuk melawan bakteri jahat sehingga dapat melindungi tubuh dari berbagai penyakit yang ditimbulkan, juga menguatkan jaringan mukosa (pembatas saluran cerna dan saluran napas yang ada di dalam usus untuk mencegah racun, dan sebagainya.

Cara Kerja Flora Usus dalam Melindungi Tubuh

Agung Sejahtera Perut yang Sehat 1170px x 780px

For your information, jumlah bakteri baik yang terdapat di dalam usus bukan hanya satu atau dua, tetapi sangat banyak. Bahkan, para ahli memperkirakan bahwa di dalam usus manusia setidaknya ada 100 triliun bakteri atau setara dengan berat satu kilogram.

Bakteri-bakteri tersebut bekerja sesuai tugasnya masing-masing untuk memberikan berbagai manfaat bagi tubuh. Misalnya, salah satu bakteri bertugas untuk menjaga tubuh dari zat asing yang masuk ke dalam tubuh, seperti debu, bulu halus, dan sebagainya. 

Maka, saat hal itu terjadi, zat-zat asing tersebut akan segera diproses supaya tidak menimbulkan permasalahan lebih lanjut.

Di samping itu, ada pula bakteri yang bekerja dengan cara memproduksi senyawa lain untuk mencegah perkembang-biakan bakteri-bakteri jahat, dan meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dengan cara menambah produksi sel darah putih. Hal ini selanjutnya akan berguna sebagai senjata ampuh untuk melawan bakteri-bakteri jahat.

Menjaga Keseimbangan Flora Usus

Agung Sejahtera Makanan yang Sehat 1170px x 780px

Salah satu masalah, yang selanjutnya menjadi sumber permasalahan lainnya di dalam usus adalah soal keseimbangan bakteri baik dan jahat. Umumnya, dalam kondisi tertentu, seseorang bisa mengalami ketidakseimbangan jumlah bakteri di usus.

Hal ini mengacu pada jumlah bakteri baik yang jauh lebih sedikit dibanding bakteri jahat, sehingga bakteri jahat dapat mengambil alih peran di usus dan memberikan berbagai infeksi penyakit yang tidak bisa dicegah oleh bakteri baik.

Idealnya bakteri baik dan jahat memang berada dalam jumlah yang seimbang, atau bakteri baik lebih banyak dibanding bakteri jahat. Namun, perilaku tidak sehat yang dilakukan manusia dapat memicu berkurangnya bakteri-bakteri baik.

Misalnya, kurang konsumsi serat, pola makan tidak teratur, hingga penggunaan antibiotik berlebihan. Kebiasaan tersebut bisa menjadi senjata untuk membunuh bakteri-bakteri baik di dalam tubuh. Oleh sebab itu, demi menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus, kita perlu senantiasa menerapkan pola hidup sehat.

Tanda Flora Usus Tidak Seimbang

Agung Sejahtera Sedang Sakit 1170px x 780px

Untuk mengetahui apakah mikroflora di dalam usus kita masih dalam kondisi seimbang atau tidak, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan mengenali beberapa tanda yang terjadi. Nah, berikut ini adalah tanda-tanda yang dapat dirasakan ketika bakteri baik dan jahat di dalam usus sedang dalam kondisi tidak seimbang.

Pertama,  tubuh menjadi gampang sakit. Seperti yang kita tahu, ketika jumlah bakteri jahat lebih banyak dibanding bakteri baik, maka berbagai infeksi penyakit dapat muncul di dalam tubuh. Tak heran jika selanjutnya kita akan mudah sakit.

Kedua, tubuh mudah lelah. Ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat di dalam usus juga bisa membuat tubuh kita mudah merasa lelah tanpa sebab. Jadi, ketika sedang tidak melakukan kegiatan apapun, tetapi tubuh terasa lelah, kamu perlu curiga dengan ketidakseimbangan bakteri di usus.

Ketiga, perubahan mood. Salah satu sinyal yang menandakan adanya ketidakseimbangan bakteri baik dan jahat adalah ketika mood kita mudah berubah. Hal itu karena di dalam usus juga terdapat bakteri baik yang berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang. Jika jumlah bakteri ini tak seimbang, jangan heran jika perasaan rasanya tak keruan.

Selain itu, terjadinya masalah kulit, munculnya keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis, naiknya berat badan, sakit kepala, hingga susah fokus yang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa sebab yang jelas, juga bisa menjadi tanda bahwa bakteri usus sedang tidak seimbang.

Jika hal tersebut terjadi pada kamu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter sembari melakukan upaya-upaya untuk kembali menyeimbangkan mikroflora di usus.

Cara Seimbangkan Flora Usus

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan bakteri di dalam usus. Di antaranya adalah dengan mengonsumsi makanan-makanan yang banyak mengandung prebiotik seperti sayuran hijau, kacang kedelai, daun bawang, pisang, seledri, bawang merah, bawang putih, kacang kedelai, dan sebagainya.

Di samping itu, mengonsumsi makanan atau minuman berfermentasi seperti tempe, yoghurt, kimchi, dan sebagainya, juga dapat menjaga keseimbangan flora usus. Jangan lupa juga untuk selalu menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga dan istirahat secara teratur. Upaya ini juga mampu menghindarkan tubuh dari problem ketidakseimbangan bakteri di usus.

You may also like

Leave a Comment