Home Seputar Kesehatan Bentuk Suplemen Cair, Bubuk atau Tablet: Yang Mana Terbaik?

Bentuk Suplemen Cair, Bubuk atau Tablet: Yang Mana Terbaik?

by coriate

Beberapa waktu belakangan banyak sekali virus baru muncul dengan gejala dan penyakit cukup berbahaya. Hal ini membuat orang menyadari pentingnya tambahan suplemen atau vitamin dalam asupan sehari-hari. Di pasaran, ada banyak sekali bentuk suplemen yang beredar.

Mulai dari yang berbentuk cair, bubuk, hingga tablet. Masing-masing tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya sendiri. Lalu, manakah di antara jenis suplemen di atas yang paling aman, bermanfaat, aman, dan mudah diserap oleh tubuh manusia?

Perbedaan Suplemen Cair, Bubuk, dan Tablet

Tujuan utama orang mengonsumsi vitamin atau suplemen adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi. Inilah mengapa kita harus memastikan bahwa jenis suplemen yang dipilih dapat diserap tubuh dengan baik sehingga tidak akan sia-sia. Untuk menentukan mana yang lebih baik, mari kita ulas satu persatu jenis suplemen.

1. Bentuk Suplemen Cair

bentuk suplemen cair

Sebagaimana namanya, suplemen atau vitamin ini berbentuk cairan. Bentuk yang fleksibel membuat suplemen jenis ini mudah dikonsumsi siapapun baik anak-anak maupun dewasa. Tidak hanya itu, cairan juga biasanya mudah diserap karena masuk langsung ke pembuluh darah bukan melalui saluran pencernaan.

Ketika dikonsumsi langsung atau dicampur dengan minuman, 98% kandungan gizi pada suplemen cair akan mudah diserap oleh tubuh. Jadi apabila ada pertanyaan tentang mana yang lebih efektif bagi tubuh, suplemen cair adalah pilihan yang tepat untuk asupan gizi tambahan sehari-hari.

2. Bentuk Suplemen Bubuk

bentuk suplemen bubuk

Dibanding suplemen cair, daya serap suplemen berbentuk bubuk memang tidak terlalu bagus. Kandungan gizi dalam suplemen bubuk yang bisa terserap oleh tubuh hanya sekitar 50 – 80% dari total keseluruhan. Hal ini karena, bentuk bubuk ada suplemen yang  sulit untuk masuk ke dalam pembuluh darah.

Ketika dikonsumsi langsung atau dicampur dengan makanan, suplemen bubuk harus melalui saluran pencernaan terlebih dahulu. Ini membuat kandungan gizi yang ada kerap dinilai gizi buruk oleh sistem pencernaan sehingga terbuang sia-sia. Untuk mengakalinya, campurkan suplemen bubuk dengan minuman.

Jika dicampurkan dengan minuman, daya serap suplemen bubuk tidak jauh berbeda dengan suplemen cair. Hal tersebut karena, cairan akan lebih mudah masuk ke pembuluh darah dibanding bentuk lain yang biasanya sering mampir dulu ke saluran pencernaan.

3. Bentuk Suplemen Tablet

bentuk suplemen tablet

Dari semua bentuk vitamin atau suplemen, jenis tablet termasuk yang paling sulit diserap oleh tubuh. Dari total kandungan gizi yang ada, tubuh hanya mampu menyerap sekitar 3 – 20% kandungan gizi pada suplemen tablet. Soal efektivitas, jelas jenis ini masih kurang dibanding bentuk lain.

Namun jika bicara praktis, suplemen tablet dinilai lebih unggul. Inilah mengapa dari semua bentuk suplemen, banyak yang lebih tertarik mengonsumsi suplemen tablet sebagai asupan tambahan. 

Mana Suplemen yang Lebih Baik?

pilihan suplemen

Melihat ulasan di atas, tentu kita sampai pada sebuah pertanyaan. Di antara 3 bentuk suplemen yang disebutkan, mana yang lebih baik? Ketika membahas soal daya serap, bentuk cair dan bubuk jelas lebih baik. Sayangnya, suplemen bukan asupan yang bisa dikonsumsi sembarangan.

Seperti halnya obat, suplemen butuh takaran yang tepat agar efeknya sesuai dengan kebutuhan tubuh. Pada bentuk suplemen cair dan bubuk, hal tersebut tidak bisa diukur pasti. Penggunaannya bahkan cenderung berlebihan. Jika lebih suka mengonsumsi suplemen cair dan bubuk, perhatikan ketentuan dosis pada bungkusnya.

Lain halnya dengan suplemen tablet. Dosis atau takaran dalam suplemen bentuk ini sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh. Untuk mengetahui pasti seberapa banyak dosis yang dibutuhkan, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter. Selain soal takaran, kamu juga bisa berkonsultasi tentang suplemen apa yang dibutuhkan.

Pada kebanyakan kasus, orang hanya tertarik untuk mengonsumsi suplemen agar tubuh selalu sehat tanpa tahu apa sebenarnya yang dibutuhkan tubuh. Akibatnya, timbul penyakit baru akibat kelebihan dosis suplemen atau bahkan kekurangan kandungan gizi tertentu akibat terlalu banyak mengonsumsi salah satu vitamin.

Baca juga: Beda atau Sama? Ini Loh Perbedaan Suplemen dan Vitamin

Cara Memilih Suplemen yang Tepat

memilih suplemen

Selama ini banyak orang cenderung menyepelekan suplemen. Ada yang merasa tidak perlu, ada pula yang terlalu berlebihan dalam mengonsumsinya. Pada dasarnya, tubuh telah mendapatkan vitamin secara alami dari makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap hari.

Suplemen hanya bertindak sebagai penunjang agar kebutuhan gizi tubuh lengkap dan sesuai. Jika ada suatu kondisi yang mengharuskan kita mengonsumsi suplemen, pastikan bahwa suplemen yang dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan baik dari segi kandungan gizi hingga dosisnya.

Di sinilah dokter memiliki peran utama. Secara umum, ada beberapa hal yang bisa dijadikan panduan dalam memilih suplemen yang tepat yaitu:

1. Menentukan Gizi yang Dibutuhkan

Kekurangan zat gizi atau vitamin tertentu biasanya menimbulkan gejala kesehatan seperti pusing karena kekurangan zat besi, mudah pegal karena kekurangan Vitamin D, atau mudah lelah karena kekurangan Vitamin C. Jadi sebelum mengonsumsi suplemen, pastikan dulu gizi tambahan yang sedang dibutuhkan tubuh.

Apabila ragu dengan kebutuhan gizi diri sendiri, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Biasanya mereka juga akan meresepkan suplemen tertentu yang dan dosis harian yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

2. Pilih Suplemen dengan Kandungan Gizi yang Tepat

Setelah tahu gizi yang dibutuhkan, selanjutnya pilih suplemen dengan kandungan gizi yang diperlukan tubuh. Saat ini, ada banyak suplemen beredar di pasaran dan mengandung beberapa kandungan gizi berbeda atau biasanya dikenal dengan istilah multivitamin.

Sebaiknya hindari jenis suplemen itu apabila hanya satu dua kandungan gizi yang benar-benar kita butuhkan. Mereka yang membutuhkan multivitamin biasanya memiliki gaya hidup tidak sehat, terbiasa makan junk food, tidak suka makan sayur atau buah, serta memiliki aktivitas dan mobilitas tinggi.

Kembali lagi, sebaiknya konsultasikan kebutuhan gizi kita dengan ahlinya. Dokter atau ahli gizi pasti akan memberi rekomendasi suplemen terbaik sesuai dengan kebutuhan baik dari segi kandungan gizi maupun jenisnya.

3. Pilih Suplemen dengan Dosis yang Tepat

Setiap produk suplemen pasti mencantumkan informasi kandungan gizi dan dosisnya. Idealnya, setiap hari tubuh membutuhkan beberapa mg kandungan gizi tertentu. Jika dihitung dengan yang kita dapatkan dari makanan dan minuman, sebaiknya dosis suplemen yang dipilih tidak mengandung 100% kebutuhan zat harian.

Contohnya, kebutuhan Vitamin A manusia dewasa dalam sehari adalah sekitar 600 mg. Sebaiknya hindari suplemen yang mengandung 600 mg Vitamin A agar tubuh mendapatkan asupan tepat. Apabila diabaikan, konsumsi suplemen tersebut malah akan meningkatkan risiko keracunan.

Bagaimana, sudah tahu jenis suplemen yang kita butuhkan? Baik cair, bubuk, maupun tablet sebenarnya memiliki manfaat yang sama. Selama kandungannya sesuai kebutuhan, maka suplemen bisa membuat tubuh lebih sehat dan mencegah risiko berbagai penyakit.

Itulah ulasan tentang bentuk suplemen yang beredar di pasaran dan bagaimana cara memilih suplemen yang tepat. Semoga ulasan di atas bisa menjadi panduan dalam memilih asupan tambahan terbaik untuk tubuh. 

You may also like

Leave a Comment