Home Seputar Teknologi Awas Bodong! Ini 6 Ciri Ciri Bisnis MLM yang Tidak Baik, Jauhin!

Awas Bodong! Ini 6 Ciri Ciri Bisnis MLM yang Tidak Baik, Jauhin!

by coriate

Pada triwulan pertama tahun 2022, ekonomi Indonesia tumbuh positif mencapai angka 5,01 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh berbagai sektor bisnis, salah satunya multi level marketing (MLM). Sayangnya, banyak bisnis MLM palsu berkembang di tengah masyarakat. Supaya terhindar dari penipuan, mulai sekarang kenali ciri ciri bisnis MLM yang tidak baik.  

Ciri bisnis MLM yang tidak baik bisa dinilai berdasarkan skemanya, produk, model perekrutan anggota, serta harga barang. Anda juga dapat menilainya dari reward atau bonus yang ditawarkan. Simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui ciri bisnis MLM abal-abal.

Baca juga: Disimak Yuk! Kelebihan dan Kekurangan Multi Level Marketing

1. Berskema Ponzi Iming-Iming Untungnya Melezit!

Traffic 1170 x 780

Bisnis skema ponzi menjanjikan keuntungan besar, tetapi prosesnya tidak masuk akal. Skemanya bisa diibaratkan judi atau money game yang lambat laun menghancurkan pelakunya. Dampak negatif lainnya, money game dapat membuat keluarga saling bermusuhan demi memperoleh profit melejit.

Awalnya, profit yang didapatkan oleh anggota MLM tersebut sesuai dengan penawaran. Semisal, Anda berinvestasi sebesar Rp20 juta di bisnis MLM untuk meraih profit Rp26 juta per bulan. Semua keuntungan diberikan secara kontinyu kepada Anda. Lantas, siapa yang tidak tergiur dengan profit 60 persen dari modal?

Tentunya, profit itu menggiurkan, tetapi cara memperolehnya kurang tepat. Anda hanya akan mendapatkan komisi lebih banyak jika downline makin meningkat. Sementara downline Anda, belum pasti mendapatkan besaran profit MLM yang sama.

Baca juga: Cari Tau! Ini Cara Memilih Bisnis Multi Level Marketing yang Baik

2. Bahaya! Produknya Fiktif dan Ga Jelas!

Serum 1170 x 780

Produk merupakan salah satu unsur yang harus dimiliki sebuah bisnis. Jadi, pastikan mengecek keberadaan produk sebelum bergabung di perusahaan MLM. Biasanya, ciri ciri bisnis MLM yang tidak baik adalah yang tidak memiliki produk. Pun jika ada produk yang ditawarkan, perusahaan MLM tersebut hanya sebagai distributor. Sementara itu, produksinya dilakukan oleh perusahaan lain atau biasa disebut dengan perusahaan maklon.

Dalam bisnis MLM yang tidak baik, menjual produk bukan prioritas kegiatan anggota. Bisa dibilang, produk hanya formalitas untuk syarat menjadi anggota MLM. Selain itu, dari sisi manfaat, biasanya tidak terlalu terlihat. Bahkan, ketika kualitasnya menurun, perusahaan MLM mengabaikan.

Baca juga: Cari Tau! Apa Itu Stokis MLM dan Apa Keuntungannya? Simak!

3. Komisi Berasal dari Perekrutan Anggota, Ga Rekrut, Ga Cuan!

Komisi 1170 x 780

Apakah Anda pernah diajak ikut MLM dengan iming-iming kalau membawa downline bisa mendapatkan komisi? Sebenarnya, sebagian besar MLM memiliki sistem tersebut. Namun, bagi MLM yang baik, bonus downline bukan prioritas. Sebaliknya, ciri ciri MLM yang tidak baik selalu mendorong anggota untuk memperbanyak downline.

Skema komisinya pun kerap ditekankan peringkat, bukan penjualan produk. Jika anggota berhasil menjual produk, tetapi tidak mendapatkan downline, komisi sulit dicairkan. Bahkan, beberapa perusahaan MLM tersebut tidak memiliki sistem pengembalian produk.

4. Flexing! Leader dan Member yang Sukses

Sukses 1170 x 780

Istilah flexing umumnya digunakan di dunia investasi. Namun, akhir-akhir ini, flexing menjadi bahasa gaul bagi generasi kekinian. Makna flexing dalam hal tersebut adalah memamerkan kekayaan untuk mendapatkan pengakuan. Biasanya, flexing dilakukan di media sosial oleh kalangan tertentu.

Selain menjadi tren bahasa kekinian, flexing juga muncul di dunia pemasaran MLM. Banyak perusahaan MLM yang membayar seseorang atau sekelompok orang untuk memamerkan hartanya supaya seolah sukses dari bisnis tersebut. 

Misalnya, sebuah perusahaan MLM menjanjikan akan memberikan reward mobil jika anggota berhasil merekrut downline dalam jumlah tertentu. Supaya calon anggota percaya, perusahaan meminta seseorang berfoto di depan kendaraan roda empat dengan papan nama bertuliskan nama bisnis MLM.

Jika Anda menemukan kasus seperti itu, jangan mudah percaya. Pasalnya, itu hanya trik marketing dari perusahaan MLM agar makin banyak orang mendaftar sebagai anggota.

Baca juga: 6 Cara Melaporkan Penipuan Bisnis MLM, Jangan Panik ya!

5. Bikin Kaget! Biaya Daftar Sekaligus Beli Paket Produk yang Super Mahal

Kaget 1170 x 780

Produk dari bisnis MLM yang tidak baik, selain mengabaikan manfaat, biasanya dijual dengan harga tinggi. Setiap anggota baru kerap diwajibkan membeli produk tersebut meskipun harus mengeluarkan banyak uang. Namun, ketika dijual di pasaran, produk itu kurang diminati.

Dalam jangka waktu tertentu, bisnis MLM yang mematok harga di atas standar pasaran untuk produknya, sering kali tidak bertahan lama. Pasalnya, harga tersebut dinaikkan hanya demi menutupi biaya sistem yang sedang dibangun. Jangka panjang, bisnis MLM seperti itu rentan gulung tikar. 

6. Jaminan dapat Reward yang Luar Biasa, Siapa yang Ga Tertarik?

Reward 1170 x 780

Bonus besar dan hadiah melimpah adalah dua hal yang paling diharapkan oleh anggota MLM sejak pertama kali bergabung. Jika target pencapaiannya relatif lama, validasi bisnis MLM tersebut bisa dipertanggungjawabkan. Sebaliknya, kalau bonus dan hadiah dapat diraih dalam waktu singkat, Anda harus menaruh curiga.

Umumnya, bisnis MLM yang menawarkan bonus besar dan hadiah dalam waktu singkat hanya modus untuk melakukan penipuan. Mungkin beberapa anggota MLM telah merasakannya, tetapi itu hanya yang bergabung di awal pembukaan. Sementara anggota lain—terutama paling bawah—kerap tidak mendapatkan apa pun.

Itulah ciri ciri bisnis MLM yang tidak baik sebagai acuan Anda dalam memilihnya. Selain memahami ciri-ciri MLM tersebut, Anda juga harus menemukan cara memilih bisnis multi level marketing yang baik. Dengan demikian, kesuksesan berbisnis di masa depan bukan sekadar impian.

You may also like

Leave a Comment