Home Seputar Kesehatan 9 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan, Waspadai Gejalanya!

9 Jenis Gangguan Sistem Pencernaan, Waspadai Gejalanya!

by coriate

Pencernaan manusia memiliki sistem yang cukup kompleks. Bila satu saja organ pencernaan mengalami masalah kesehatan, maka kinerjanya secara keseluruhan akan terganggu dan tak bisa berjalan normal.

Gangguan dalam sistem pencernaan dapat terjadi pada Anda kapan saja dan menyebabkan rasa yang sangat tidak nyaman. Gangguan pencernaan juga dapat menghambat proses penyerapan gizi. Ini mengakibatkan tubuh jadi rentan terhadap serangan penyakit.

Apa saja jenis gangguan sistem pencernaan dan bagaimana gejalanya? 

1. Diare

Ilustrasi gambar seseorang sedang mengalami gangguan penyakit diare

Diare merupakan salah satu gangguan pencernaan yang disebabkan oleh berbagai faktor. Kebanyakan orang mengalami diare karena terkontaminasi bakteri (biasanya karena keracunan makanan) atau alergi pada jenis atau kandungan makanan tertentu.

Diare adalah ketika Anda buang air besar berulang-ulang hingga lebih dari tiga kali dalam satu hari. Ciri utamanya adalah tekstur feses encer dan bisa disertai beberapa gejala berikut:

  • Perut mulas dan timbul rasa ingin buang air besar terus-menerus.
  • Mual hingga muntah.
  • Sakit perut seperti melilit dan ditusuk-tusuk.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.

Dari lansia hingga anak-anak, diare bisa menyerang siapa saja. Kondisi ini umum terjadi dan sebenarnya mudah diatasi. Namun pada beberapa kasus parah, diare bisa menyebabkan demam, feses berdarah, dan berat badan menurun. Perlu diingat, Anda membutuhkan banyak asupan cairan agar tidak mengakibatkan hilang nutrisi dan dehidrasi.

2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD merupakan gangguan sistem pencernaan yang diawali naiknya asam lambung ke esofagus atau kerongkongan. Ini disebabkan karena melemahnya otot-otot di dasar kerongkongan yang berfungsi mencegah makanan naik ke atas.

Penyakit ini tidak boleh diabaikan, karena berpotensi menyebabkan iritasi pada kerongkongan. Waspadai gejala-gejala GERD berikut ini:

  • Heartburn atau rasa seperti terbakar di dada bagian dalam. Gejala ini bisa lebih parah setelah makan atau pada malam hari.
  • Nyeri dada.
  • Kerongkongan sakit hingga sulit menelan.
  • Sendawa disertai keluarnya cairan asam atau makanan.
  • Di dalam kerongkongan seperti ada yang mengganjal.

Beberapa faktor penyebab GERD adalah kehamilan, obesitas, hernia, dan pengosongan lambung yang tidak teratur. Selain itu, merokok, konsumsi aspirin, dan terlalu banyak makan juga diklaim sebagai pemicu GERD.

3. Sembelit

Ilustrasi gambar seorang perempuan sedang mengalami gangguan penyakit sembelit

Anda memiliki frekuensi buang air besar yang berbeda dengan orang lain. Bisa setiap pagi, dua kali sehari, atau sekali seminggu. Namun, Anda dikatakan sedang mengalami konstipasi alias sembelit jika merasakan gejala:

  • Frekuensi buang air besar (BAB) jadi lebih jarang dari biasanya.
  • Anda kesulitan/ tidak bisa BAB meski perut sudah terasa penuh dan Anda sudah duduk lama di toilet. 

Gangguan sistem pencernaan ini diakibatkan oleh kurangnya asupan nutrisi dan perubahan pola makan. Beberapa hal ini juga disebut sebagai penyebabnya:

  • Kurang mengkonsumsi serat.
  • Kurang gerak/ aktivitas.
  • Kekurangan cairan tubuh.
  • Sedang mengalami stres.
  • Sedang mengkonsumsi obat dengan kandungan aluminium dan kalsium.

Mengobati dan mencegah sembelit bisa dilakukan dengan cara memperbanyak minum air, makan makanan berserat tinggi, serta berolahraga rutin. 

4. Apendisitis

Dikenal juga sebagai penyakit radang usus buntu, apendisitis adalah jenis gangguan pencernaan karena kasus peradangan pada usus buntu atau apendiks. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi, kanker, hingga usus buntu tersumbat oleh benda asing atau tinja.

Gejala umum apendisitis adalah:

  • Mual dan muntah.
  • Susah kentut.
  • Area pusar terasa nyeri.
  • Demam.
  • Kram perut.
  • Tidak nafsu makan.
  • Nyeri saat buang air kecil.

Bila dibiarkan, apendisitis bisa pecah. Ini berbahaya dan bisa membuat infeksi di peritoneum atau selaput rongga perut. Hanya operasi pengangkatan apendiks yang bisa mengobati penyakit ini. 

5. Penyakit Liver

Ilustrasi gambar seseorang sedang mengalami gangguan penyakit liver

Fungsi liver atau hati adalah mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh dan membersihkan zat-zat beracun dari dalam tubuh. Gangguan sistem pencernaan satu ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, konsumsi alkohol, ataupun infeksi virus. 

Penyakit liver ada beberapa jenis. Berikut beberapa di antaranya:

  • Kanker hati.
  • Hepatitis A, B, dan C karena virus.
  • Penyakit perlemakan hati karena racun atau konsumsi obat dan alkohol.
  • Penyakit liver karena faktor keturunan seperti penyakit Wilson dan hemokromatosis.

Sementra itu, gejala umumnya antara lain:

  • Jaundice atau mata dan kulit tampak kekuningan.
  • Nyeri dan bengkak pada perut.
  • Bengkak pada pergelangan kaki.
  • Gatal-gatal.
  • Warna tinja pucat.
  • Warna urine gelap.
  • Kelelahan kronis.
  • Mual dan muntah.
  • Kulit jadi mudah memar.

6. Tukak Lambung

Luka pada usus halus dan lapisan lambung menyebabkan tukak lambung. Luka ini bisa muncul akibat penggunaan obat pereda nyeri dan infeksi bakteri Helicobacter pylori. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Nyeri di ulu hati.
  • Mual hingga muntah.
  • Rasa kembung dan begah.
  • Warna feses gelap.
  • Nafsu makan tidak menentu.
  • Penurunan berat badan secara tiba-tiba.

7. Penyakit Kantong Empedu

Ilustrasi gambar seorang perempuan sedang mengalami gangguan penyakit kantong empedu

Semua jenis infeksi, radang, penyumbatan, dan terbentuknya batu empedu adalah bagian dari gangguan sistem pencernaan ini. Kantong empedu terletak di hati bagian bawah dan memiliki fungsi menampung cairan empedu.

Gejala umum penyakit kantong empedu adalah:

  • Nyeri di perut sebelah kanan yang terjadi secara berkala.
  • Rasa nyeri bisa menjalar ke tulang dada dan punggung belakang.
  • Kadang disertai mual hingga muntah-muntah.
  • Bila batu empedu terbentuk, gejala akan meningkat menjadi demam, warna feses lebih terang, tekanan darah menurun, dan warna urine menjadi gelap.

Penyakit kantong empedu juga memiliki beberapa jenis. Yang paling umum adalah:

  • Tumbuh jaringan pada kantong empedu.
  • Pembentukan batu empedu.
  • Peradangan kantong empedu atau kolesistitis.
  • Tumor. 
  • Kematian jaringan dan penumpukan nanah pada kantong empedu.
  • Primary sclerosing cholangitis.
  • Chronic acalculous gallbladder disease.

8. Keracunan Makanan

Gangguan sistem pencernaan ini terjadi bila Anda mengonsumsi makanan yang terkontaminasi mikroba seperti salmonella, E. coli, C. botulinum, parasit giardia, atau shigella. Racun dari berbagai mikroba inilah yang menyebabkan keracunan saluran pencernaan.

Perlu diingat, kontaminasi tidak hanya terjadi pada proses pengemasan dan produksi makanan. Cara mengolah dan teknik penyimpanan makanan yang tidak tepat dan sembarangan juga kerap menyebabkan keracunan.

Waspadai keracunan makanan bila Anda mengalami gejala seperti berikut:

  • Mual tak tertahankan.
  • Muntah-muntah.
  • Demam.
  • Sakit perut yang tidak kunjung reda.
  • Diare berdarah.
  • Diare encer.
  • Dehidrasi dan lemas hingga tidak sadarkan diri.

Gejala keracunan biasanya baru muncul setelah beberapa jam makanan yang terkontaminasi tersebut Anda makan. Meski kebanyakan kasus adalah ringan dan bisa sembuh sendiri, pada penderita tertentu diperlukan penanganan dokter.

9. Gastroenteritis atau Muntaber

Ilustrasi gambar seorang wanita sedang mengalami gangguan penyakit Gastroenteritis atau Muntaber

Dikenal juga sebagai muntaber atau flu perut, penyakit ini disebabkan infeksi norovirus dan rotavirus pada usus dan lambung. Siapa pun bisa mengalaminya, tetapi risiko lebih tinggi pada anak balita. Gastroenteritis umumnya menimbulkan gejala seperti:

  • Demam.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Tidak nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala.

Muntaber yang disebabkan virus kebanyakan tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan istirahat yang cukup, minum banyak air, dan mengonsumsi makanan lembut. Namun, bila Anda mengalami dehidrasi parah, segera dapatkan penanganan dokter.

Beberapa gangguan sistem pencernaan mungkin terlihat ringan, Meski begitu, bila gejala mulai parah dan berkelanjutan, segera periksakan ke dokter untuk mendapat diagnosis yang benar.

You may also like

Leave a Comment